MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • KESEHATAN/
  • Begadang Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung? Begini Penjelasan Ahlinya
Ilustrasi kurang tidur

Begadang Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung? Begini Penjelasan Ahlinya

0 0
Read Time:2 Minute, 32 Second

Selasa, 28 November 2023 – 19:50 WIB

VIVA Lifestyle – Tuntutan dan tekanan pekerjaan tidak jarang membuat seseorang mengalami kurang waktu istirahat bahkan tetap terjaga di malam hari atau begadang. Seperti diketahui, tubuh membutuhkan waktu untuk istirahat di malam hari guna menstabilkan hormon hingga memperbaiki sel-sel yang rusak.

Baca Juga :

Bukan Sakit Maag, Nyeri di Ulu Hati Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Begini Cara Bedakannya

Tetapi ketika seseorang terlalu sering begadang, berbagai masalah kesehatan mungkin muncul, termasuk risiko serangan jantung. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Dr dr Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, FACP, selaku Ketua Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki bioritme atau bioritmik yang merupakan pola dari siklus emosi, fisik, serta intelektual individu yang terjadi setiap harinya.

Baca Juga :

Muslim, Jefri Nichol Ngaku Konsumsi Daging Babi untuk Naikkan Berat Badan

Ilustrasi begadang.

Photo :

http://blogseputarherbal.blogspot.com/

Waktu istirahat sangat penting dimiliki oleh setiap orang setiap hari terutama di malam hari setelah beraktivitas seharian.

Baca Juga :

Inggris Mendeteksi Kasus Flu Babi Terbaru pada Manusia

Namun karena satu atau dua hal, seseorang harus tetap terjaga di malam hari, hingga mendapatkan kurang waktu tidur atau istirahat.

“Sebetulnya bukan masalah begadangnya, ini kan berarti melek di jam tidur ya. Tubuh kita punya yang namanya bioritmik, jadi memang Tuhan sudah menciptakan hormon di tubuh kita ini naik turun,” ungkap Dokter Sally, dalam media briefing bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Selasa 28 November 2023.

Dampak Buruk Kurang Tidur Bagi Kesehatan Anak

“Di malam hari memang harusnya seseorang istirahat sehingga diberikan tubuh kita ini waktu untuk regenerasi, istirahat, mengganti sel yang rusak, dan hormonal lainnya,” lanjutnya.

Saat seseorang begadang, terjadi ketidakstabilan hormonal dalam tubuh. Beberapa hormon yang seharusnya turun saat waktu istirahat justru naik dan menjadi dominan. Kondisi tersebut akhirnya dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

“Seperti hormon adrenalin, itu harusnya turun saat istirahat. Otomatis tekanan darah jadi tinggi, kemudian ini menjadi risiko tidak hanya serangan jantung tetapi juga penyakit metabolik,” jelasnya.

Selain itu, seseorang begadang pasti karena sebuah alasan misalnya tuntutan pekerjaan.

Di waktu tersebut, orang cenderung mencari hal yang dapat membuat dirinya tetap terjaga, misalnya merokok, makan, atau minum kopi. Kebiasaan itulah yang erat kaitannya dengan penyakit jantung hingga memicu timbulnya serangan jantung.

“Sering kali orang begadang karena ada temannya, misalnya rokok atau makan yang seharusnya sudah tidak jam makan, atau minum kopi berlebih. Secara tidak langsung, ini meningkatkan risiko sakit jantung,” ujar Dokter Sally.

“Jadi bukan begadangnya, tetapi kebutuhan tidurnya. Kebutuhan tidur itu memang harus dipenuhi, kita sudah ditakdirkan begitu,” sambungnya.

Sebagai informasi, serangan jantung dikenal sebagai kondisi dimana aliran darah yang seharusnya membawa darah kaya oksigen ke otot jantung tiba-tiba berkurang atau berhenti.

Hal ini disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan lemak, kolesterol, hingga plak.

Data dari WHO pada 2019 menunjukkan bahwa ada 17,9 juta orang meninggal dunia karena penyakit kardiovaskular, 85% nya meninggal karena serangan jantung dan stroke.

Meski dulunya penyakit jantung identik dengan orang usia lanjut, kini serangan jantung mulai dialami oleh orang berusia lebih muda dan produktif.

Halaman Selanjutnya

Source : vstory

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21