MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • KESEHATAN/
  • Mikroplastik Ditemukan dalam Daging dan Pengganti Daging, Berpotensi Merusak Kesehatan
Ilustrasi daging

Mikroplastik Ditemukan dalam Daging dan Pengganti Daging, Berpotensi Merusak Kesehatan

0 0
Read Time:2 Minute, 39 Second

Kamis, 18 Januari 2024 – 17:41 WIB

VIVA – Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa sebagian besar daging dan bahkan alternatif daging vegan mengandung mikroplastik yang dapat terkait dengan kanker, yang juga ditemukan pada air kemasan. Dalam uji coba terhadap 16 sumber protein, termasuk ayam, steak sapi, seafood, daging babi, tahu, dan tiga jenis pengganti daging nabati, ilmuwan menemukan bahwa 90% dari mereka mengandung nanoplastik, yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Baca Juga :

Memalukan, Indonesia Tempati Posisi ke-5 dengan Limbah Plastik Tertinggi di Dunia

Penelitian ini berjudul “Paparan Orang Dewasa AS terhadap Mikroplastik dari Protein yang Umum Dikonsumsi,” yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Pollution, menyoroti kontaminasi mikroplastik yang merata pada berbagai sumber protein, menekankan bahwa ini menjadi masalah yang merata.

Mikroplastik Juga Ditemukan pada Sumber Protein Lainnya

Baca Juga :

Mengenal Metode Meditar, Inovasi Kesehatan yang Menggugah Kesehatan Tubuh dan Jiwa

Mikroplastik dikaitkan dengan kanker, penyakit jantung, demensia, dan masalah kesuburan. Penelitian oleh Ocean Conservancy dan University of Toronto menunjukkan bahwa mikroplastik kini juga ditemukan pada berbagai sumber protein, menimbulkan kekhawatiran tentang kontaminasi selama produksi, pengemasan, dan melalui udara.

Baca Juga :

Sering Dilakukan Para Pria, Hal Kecil Ini Bisa Menyebabkan Sperma Tak Subur

Dr. Britta Baechler, salah satu penulis studi dan ahli biologi laut, menggarisbawahi bahwa polusi plastik tersebar luas, baik pada protein laut maupun daratan, menyoroti perlunya tindakan bersama untuk mengatasi krisis polusi plastik yang kompleks.

Seperti dilansir dari Science Times, Kamis, 18 Januari 2024, peneliti menyelidiki 16 jenis protein dan sampel nabati dari dua supermarket di Portland, Oregon, mencerminkan prevalensi makanan yang dibeli di toko dan diolah dalam diet Amerika.

Sampel, termasuk udang, stik ikan, nugget ayam, steak, dan tahu, diuji dengan larutan, diuraikan selama 24 jam, dan direndam dalam deterjen untuk menghilangkan residu lemak. Selanjutnya, 124 sampel yang dipilih secara acak menjalani analisis untuk menentukan jumlah dan jenis mikroplastik yang ada.

Mikroplastik ditemukan pada semua 16 produk protein, mencakup 88% dari total sampel, termasuk protein nabati dan seafood. Serat terdeteksi pada hampir separuh sumber makanan, sementara fragmen plastik mencakup sekitar sepertiga mikroplastik yang diidentifikasi.

Ancaman Mikroplastik terhadap Keamanan Pangan dan Kesehatan Lingkungan

Mikroplastik, yang terbentuk dari bahan kimia berpotensi berbahaya, dapat meresapkan toksin ke dalam tanah sebelum tercuci, menimbulkan risiko bagi lingkungan dan pertanian. Limbah saluran kota yang menuju lahan pertanian di Inggris terkontaminasi oleh polutan, termasuk dioksin dan hidrokarbon aromatik polisiklik, menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan manusia.

Partikel plastik dapat menjadi vektor penyerapan tanaman terhadap bahan kimia beracun, seperti yang diungkapkan oleh sebuah studi pada tahun 2020 yang menemukan mikroplastik dan nanoplastik dalam buah dan sayuran yang dijual di Italia. Meskipun penyerapan partikel plastik tidak tampak mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan manusia masih belum jelas.

Dalam penelitian terbaru ini, tim menyarankan bahwa potensi pelepasan mikroplastik terjadi selama proses dan pengemasan di pabrik, meskipun titik masuk mikroplastik ke dalam rantai makanan masih belum jelas. Penelitian tambahan dianggap perlu untuk memahami sepenuhnya masalah ini, mengidentifikasi sumber mikroplastik, dan menilai dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Halaman Selanjutnya

Sampel, termasuk udang, stik ikan, nugget ayam, steak, dan tahu, diuji dengan larutan, diuraikan selama 24 jam, dan direndam dalam deterjen untuk menghilangkan residu lemak. Selanjutnya, 124 sampel yang dipilih secara acak menjalani analisis untuk menentukan jumlah dan jenis mikroplastik yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21