MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • KESEHATAN/
  • Penglihatan Jadi Komponen Kunci Kualitas Hidup Masyarakat
Menkes Budi Gunadi Sadikin

Penglihatan Jadi Komponen Kunci Kualitas Hidup Masyarakat

0 0
Read Time:4 Minute, 55 Second

Jumat, 2 Februari 2024 – 01:57 WIB

VIVA Lifestyle – Kunjungan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam rangkaian acara perayaan “40 Years of JEC: Let’s Go Extra Miles” menyiratkan pesan penting dalam kaitannya dengan optimalisasi layanan kesehatan dalam menatap terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas berkaitan erat dengan kondisi kesehatan masyarakat.

Baca Juga :

Upaya Swasta Dukung Pemerintah Turunkan Angka Stunting

Hal tersebut diutarakan Menkes Budi Gunadi dalam sambutannya di hadapan jajaran insan JEC Eye Hospitals & Clinics pada Kamis pagi 1 Februari 2024 di Rumah Sakit Mata JEC @Kedoya, Jakarta Barat. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

“Pembangunan kesehatan adalah bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan manusia, produktivitas rakyat dan daya saing internasional. Sumber daya manusia yang berkualitas berkaitan erat dengan kondisi kesehatan yang bebas gangguan,” ungkap Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya tersebut.

“Salah satu yang utama, kesehatan mata; lantaran mata merupakan indra yang berperan sebagai jendela dunia. Karenanya, saya berterima kasih kepada JEC Eye Hospitals and Clinics yang selama 40 tahun kontinu mendukung percepatan pembangunan kesehatan di Tanah Air, melalui penyediaan layanan penanganan mata berstandar internasional,” terangnya.

“Salah satu komponen kunci untuk menggerakkan pembangunan kesehatan adalah sumber daya manusia kesehatan – yang berperan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat masyarakat,” lanjut Menkes Budi Gunadi.

Peringatan “40 Years of JEC: Let’s Go Extra Miles” selain dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; juga didampingi Co-founder dan Komisaris Utama PT NSD/JEC Group, Dr. Darwan M. Purba, SpM(K); dan Presiden Direktur JEC Korporat, Dr. dr. Johan Hutauruk, Sp.M(K).

Menkes Budi Gunadi Sadikin

“Pada ranah ini pula saya ingin memberikan apresiasi kepada JEC Eye Hospitals and Clinics yang telah berkomitmen meningkatkan kualitas para SDM kesehatan di Indonesia dengan menjadi rumah sakit penyelenggara pendidikan ilmu kesehatan mata. Bahkan, menjadi rumah sakit mata swasta pertama dan satu-satunya yang merintis program ini,” tambahnya.

Eye care leader di Indonesia, JEC Eye Hospitals & Clinics memperingati hari jadinya yang ke-40 pada Kamis 1 Februari 2024. Dengan pengalaman empat dekade, JEC terus melangkah lebih jauh untuk mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Gebrakan terbaru untuk mewujudkan itu, JEC meresmikan operasional 3 cabang terbaru sepanjang tahun ini, dan menguatkan program JEC Academy.

JEC telah menjalankan JEC Academy sejak 1998 – yakni program pengembangan profesi dan peningkatan keterampilan praktik klinis bagi para tenaga kesehatan mata, baik dokter maupun perawat.

Diperkuat 34 pelatih profesional dan bersertifikat, JEC Academy telah diikuti oleh lebih dari 190 dokter dan 170 perawat dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan dari mancanegara.

“JEC berkomitmen mengoptimalisasi penglihatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kami meyakini tujuan tersebut dapat dicapai, salah satunya, dengan pengembangan kompetensi para tenaga kesehatan melalui riset dan pendidikan. Inilah yang semakin memacu JEC untuk berkontribusi menjadi hospital based training program agar kualitas profesional bidang kesehatan mata di Indonesia semakin meningkat dan merata,” papar Presiden Direktur JEC Korporat, Dr. dr. Johan A Hutauruk, SpM(K).

Perhatian berkelanjutan JEC pada pengembangan SDM kesehatan mata sejalan dengan upaya perusahaan untuk terus bertumbuh. Selain penguatan tenaga ahli mata, pada hari jadinya tahun ini, JEC juga bertekad untuk memudahkan akses terhadap fasilitas kesehatan yang unggul, yakni dengan penyediaan teknologi mutakhir dan penambahan cabang.

JEC juga akan meresmikan Rumah Sakit Mata JEC-Orbita @ Makassar pada 3 Februari 2024 nanti. Cabang ini merupakan rumah sakit mata kelima JEC Eye Hospitals and Clinics, dan yang pertama berlokasi di wilayah Indonesia Timur. Selanjutnya, pada semester dua tahun ini, JEC berencana membuka Klinik Utama JEC-Orbita @ Kendari.

Baca Juga :

Induk Holding BUMN Jasa Survei Salurkan Bantuan ke Korban Longsor Purwakarta

Ketiga cabang baru tersebut semakin mengokohkan jaringan luas JEC Eye Hospitals and Clinics yang sekarang tersebar di 11 kota di 6 provinsi. Dari skala besaran fasilitas, saat ini JEC sudah mengoperasikan 5 rumah sakit dan 10 klinik utama mata.

Kepemimpinan JEC di bidang kesehatan mata Indonesia telah teruji dan terbuktikan dari pengalaman panjangnya berkiprah. Selama empat dasawarsa, JEC telah menjalankan lebih dari 150.000 tindakan operasi katarak bagi pasien-pasiennya.

Baca Juga :

Komitmen Jaga Kualitas Layanan

Untuk kelainan refraksi mata minus dan silinder, JEC telah melaksanakan lebih dari 15.000 tindakan penanganan berbasis teknologi LASIK dan ReLEx SMILE.

Sejak berdiri pada 1984, pencapaian-pencapaian JEC sebagai pionir sentra kesehatan mata di Indonesia telah diakui secara luas. JEC berhasil meraih akreditasi Joint Commission International (JCI) empat kali berturut-turut pada 2014, 2017, 2020, dan 2023 melalui JEC @ Kedoya (menjadi RS mata pertama dan satu-satunya di Indonesia) serta sebagai RS mata yang terakreditasi Paripurna.

Tak hanya di dalam negeri, kiprah penting lainnya, JEC merupakan pelopor dalam pembentukan ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH) – dan kini menjadi anggota aktifnya, di samping berperan dalam World Association of Eye Hospital (WAEH).

Tak berhenti pada pengembangan fasilitas, pemutakhiran teknologi dan penambahan sebaran jangkauan, JEC konsisten memberikan dampak lewat aksi sosial: “Bakti Katarak JEC”.

Selama empat dekade terakhir, JEC telah memberikan tindakan operasi katarak gratis kepada sekitar 3.000 orang dari kalangan yang membutuhkan – bentuk peran sertanya mendukung pemberantasan kebutaan di Indonesia.

Pada perayaan “40 Years of JEC: Let’s Go Extra Miles”, JEC melanjutkan “Bakti Katarak JEC” di beberapa cabangnya. Januari kemarin, di Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Pasuruan, JEC mengoperasi katarak secara cuma-cuma kepada 50 penderita; sekaligus sebagai peresmian operasional klinik.

Puncak selebrasi hari lahir JEC bertempat di Rumah Sakit Mata JEC @Kedoya dengan melibatkan seluruh jajaran komisaris, tim dokter, dan seluruh karyawan dari ke-15 cabang, baik secara luring maupun daring.

Rangkaian acara meliputi kunjungan dan sambutan Menteri Kesehatan, ramah tamah bersama founder serta jajaran komisaris dan direksi, pemotongan tumpeng, dan pemutaran video musik dari masa ke masa.

Dalam momentum ini, JEC juga memberikan apresiasi kepada SDM-nya, yaitu melalui penghargaan karyawan terbaik, dan penyerahan emas murni atas loyalitas karyawan.

Halaman Selanjutnya

Tak hanya di dalam negeri, kiprah penting lainnya, JEC merupakan pelopor dalam pembentukan ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH) – dan kini menjadi anggota aktifnya, di samping berperan dalam World Association of Eye Hospital (WAEH).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21