MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • KESEHATAN/
  • Tak Hanya Singapura, Dinkes DKI Jakarta Sebut Ada Kenaikan Kasus COVID-19 di Jakarta
Ilustrasi vaksin COVID-19 untuk lansia.

Tak Hanya Singapura, Dinkes DKI Jakarta Sebut Ada Kenaikan Kasus COVID-19 di Jakarta

0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Selasa, 5 Desember 2023 – 17:33 WIB

JAKARTA – Akhir pekan kemarin, Kementerian Kesehatan Singapura mengungkap adanya lonjakan kasus COVID-10 yang signifikan pada Sabtu 2 Desember 2023. Tercatat terjadi lonjakan kenaikan yang mencapai dua kali lipat. Dimana dari 10.726 kasus menjadi 22.094  kasus pada 19 hingga 25 November 2023.

Baca Juga :

Terpopuler: Ramalan Zodiak hingga Posisi Seks yang Buat Pria Lebih Garang

Namun ternyata tidak hanya di Singapura saja, kasus lonjakan COVID-19 di DKI Jakarta juga mengalami kenaikan. Scroll lebih lanjut ya. 

“Ada sedikit kenaikan kasus COVID-19 di DKI Jakarta, tapi sangat terkendali,” kata  Kepala Seksi Surveilans Epidemologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama kepada VIVA.co.id, saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Selasa 5 Desember 2023.

Baca Juga :

Covid-19 Cases in Singapore Surpass 22,000

Lebih lanjut diungkap oleh Ngabila, meski mengalami lonjakan kasus. Namun tidak ada kenaikan angka perawatan di rumah sakit.

Baca Juga :

Ini Alasan Mengapa Kasus Virus COVID-19 Melonjak Tinggi di Singapura Hingga 22 Ribu Kasus

“95 persen bergejala ringan dan OTG (orang tanpa gejala), tidak ada kenaikan angka perawatan rumah sakit,” ujar dia.

Ngabila mengatakan, lonjakan kasus COVID-19 dapat terjadi setiap enam bulan sekali. Lonjakan kasus COVID-19 ini kata dia memiliki kemiripan seperti ISPA yang terjadi pada saat pancaroba dan musim penghujan.

“Sejak Juni 2023 Indonesia sudah masuk fase endemi COVID-19. Lonjakan kasus COVID-19 dapat terjadi setiap 6 bulan sekali polanya seperti ISPA terutama terjadi lonjakan saat pancaroba dan musim penghujan,” ujarnya.

Ilustrasi tes swab COVID-19

 

Di sisi lain, Ngabila mengungkap, pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan antigen dan PCR untuk yang bergejala dan atau kontak erat. Diungkapnya bahwa pemeriksaan tersebut masih gratis di semua puskesmas kecamatan DKI Jakarta untuk warga yang berdomisili atau beraktivitas atau ber-KTP DKI Jakarta.  Pemberian obat pada mereka yang terkonfirmasi positif juga diberikan gratis oleh puskesmas terdekat (akan dipantau berkala juga) atau perawatan RS bisa dilakukan dengan skema BPJS.

Ngabila juga meyebut  bahwa pemeriksaan whole genome sequencing/WGS untuk cek varian COVID-19 juga perlu terus dilakukan untuk mendeteksi varian yang sedang menyebabkan kenaikan di sejumlah negara di dunia.

“Terutama kasus perawatan RS dan bisa diaktifkan juga untuk aksus yang tidak dirawat dengan CT Value kurang dari 30,” katanya.

Halaman Selanjutnya

“Sejak Juni 2023 Indonesia sudah masuk fase endemi COVID-19. Lonjakan kasus COVID-19 dapat terjadi setiap 6 bulan sekali polanya seperti ISPA terutama terjadi lonjakan saat pancaroba dan musim penghujan,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21